The Facebook Impact on Software Design

Didorong oleh revolusi internet tahap 2 atau yang sering disebut WEB 2.0, dunia internet diguncangkan oleh paradigma baru: Web kini bersifat sangat writeable!. Berbeda dengan era WEB 1.0, yang dihiasi dengan berjamurnya portal berita, pengunjung/visitor web kini dapat menikmati komunikasi dua arah sehingga dapat secara langsung berinteraksi dengan penyedia layanan/penulis/pemilik web ataupun sesama visitor dengan sangat mudah.

Kontribusi besar dari WEB 2.0 antara lain adalah ‘Conversation’. Embrio conversation berawal dari situs forum/buletin board yang berevolusi menjadi blog. Blog selain menyediakan kemudahan bagi semua orang (bukan hanya tech-savvy person) untuk mempublikasikan konten, memiliki sebuah ‘efek samping’ yang sangat besar. Seorang visitor berkomentar mengenai sebuah blog-post, kemudian visitor lain menanggapi komentar tersebut, demikian berulang-ulang sampai akhirnya orang terbiasa untuk melakukan ‘Conversation’/obrolan di sebuah halaman web, tidak lagi hanya di IRC chatroom ataupun di sebuah situs khusus forum.

Tidak ada yang memanfaatkan hal ini lebih baik dari facebook, walaupun pada awalnya mendapat reaksi negatif. News Feed yang diperkenalkan pada 2006 membuat conversation sangat mudah dibangun, coba saja buka akun facebook anda, kebanyakan pasti di dominasi oleh celoteh teman-teman anda yang saling berkomentar.

Berbeda dengan blog yang memberi kemudahan untuk mepublikasikan diri, facebook memberikan paradigma baru dalam hal mengumpulkan kegiatan/pikiran orang lain dan menyajikannya dengan baik di hadapan kita. Jadi revolusi dilakukan bukan dari design interfacenya, tetapi pada hal lebih mendasar lagi, yaitu desain softwarenya. Desain software yang telah terbukti memukul para pesaingnya di dunia social-networking dengan telak.

Kini desain software tersebut menjadi sebuah kebutuhan yang mendasar bagi pengguna internet. Kebutuhan untuk mendapatkan update dari sesama pengguna, kemudahan untuk memberikan respon dan membangun conversation menjadi hal mutlak yang harus di miliki oleh sebuah situs web.

This entry was posted in Uncategorized and tagged , . Bookmark the permalink.
comment_ext

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>